Ilmu Dasar: Perlukan Kita Pelajari Kembali di Bangku Kuliah?

Setelah lulus SIPENMARU, UMPTN, SPMB, atau apapun itu namanya sekarang (maaf sudah tidak up-to-date lagipula bukankah intinya sama saja? seleksi perguruan tinggi negeri?), selamat akhirnya anda 100% menjadi seorang mahasiswa/i perguruan tinggi negeri.

Namun ada pertanyaan yang menggelitik dengan teman-teman satu kost di malam itu. Maklum karena cuma saya sendiri yang sudah bekerja di antara adik-adik mahasiswa yang tinggal di kostan khusus puteri ini. Para mahasiswi perguruan tinggi negeri ini mengeluhkan akhirnya mereka telah berhasil menyelesaikan UTS setelah 1 hingga 2 minggu ini begadang untuk belajar, membahagiakan kedua orangtua, membahagiakan dosen, pacar, temen contekan, serta melupakan hasil contekan atau kisi-kisi yang ternyata tidak keluar! Walaupun demikian disini saya tidak ingin berbicara mengenai UTS yang baru saja berlalu.Continue reading “Ilmu Dasar: Perlukan Kita Pelajari Kembali di Bangku Kuliah?”

10 Tips Konsisten Sebagai Peneliti (Review Pengalaman Pribadi)

Berawal dari pertanyaan beberapa teman mengenai karir yang selama ini telah terbentuk dan sedang berjalan. Saya ingin menjawabnya dalam satu bentuk tulisan singkat walau saya sendiri pun masih berada dalam tahap pengembangan karir saat ini (but who care’s about it, right? as long as it useful for everyone!).

Pertanyaan utamanya adalah:
“Bagaimana agar tetap konsisten sebagai peneliti?”

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, di masa kecil dahulu, apa yang mungkin menjadi cita-citamu pertama kali? Dalam gambaran masa kecil saya, tidak ada gambaran saya untuk menjadi peneliti atau seorang ahli biologi sebenarnya (lho?). Walaupun demikian saya sangat suka dengan alam terlebih lagi traveling di masa kecil. Namun yang berbeda adalah ketika saya masuk ke bangku kuliah. Keinginan traveling itu semakin kuat dan ingin diteruskan dalam bentuk profesi. Jadilah saya masuk jurusan Biologi di sebuah perguruan tinggi negeri yang notabene terkenal dengan biologi lapangannya.Continue reading “10 Tips Konsisten Sebagai Peneliti (Review Pengalaman Pribadi)”

India: Sarnath, The First Sermon from Buddha

DSCF8322

I never know if never been into Varanasi. Around an hour from Varanasi there is small town called Sarnath where Siddhartha Gautama had his first sermon to the world. After a night in Varanasi and visiting The Ganges, we think it would be great idea to visit this historical place. In this very small city, we can see a beautiful remnant of Buddhist temple. Next to this one, there is Architectural Museum where the first Indian gold stamp lion with three heads was placed. However, it is not great time for us and it was closed that time. Instead we visited another interesting garden full with murals of Buddha life.

Continue reading “India: Sarnath, The First Sermon from Buddha”

India: Varanasi, The Holy City

Image

This is my first post on India and it’s all about Varanasi. My short comments for this city it is very mystical. You will never regret if you go to India even if you tell stories on India  after time you will it very mesmerizing. Varanasi is one the holy city especially for Hindu people. You will find life and death here. You will see it enhanced with its quiet Ganges. Reminds me of Barito River in Kalimantan but it just full with decomposed and rotten things. You will amazed how much people bathed and drink its water. How Indian praises Ganges River more than ever. Sometimes you find it still very touristy. Oh well despite everything said by other people, it is always good to see different culture and unique landscape like the Ganges. Actually I made this posting while I am in travelling through Central Kalimantan. I hope I can make another post after this one for sure. Continue reading “India: Varanasi, The Holy City”

Berkelana dengan Macbook Air 11″

20131123_172808

Saya selama 3 bulan belakangan ini telah merasakan keistimewaan menggunakan Macbook Air 11″. Walau sebelumnya selalu menggunakan PC dalam segala hal tapi akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya untuk membeli Macbook Air yang sangat tipis dan ringan untuk dibawa dalam perjalanan bisnis maupun wisata.

Sesuai dengan slogan Apple, seluruh fitur dalam Macbook Air sangatlah minimalis dan ringkas. Itulah sebabnya saya merasa puas bekerja dengan komputer ultra kalau bukan netbook ini di ranah PC. Desain yang edgy membuat tampilan setiap dokumen dan website menjadi lebih indah dibandingkan di PC. Walaupun demikian bukan tidak mungkin tampilan PC masa kini tidak kalah seperti Mac. Selain itu terkadang mouse atau dalam Bahasa Indonesia, tetikus diperlukan ketika bekerja turut dirasakan. Walaupun demikian hingga saat ini saya menghindari sebisa mungkin untuk bekerja dengan menggunakan tetikus dan memaksimalkan peran touchpad.

Berikut merupakan aplikasi wajib dan paling saya sukai ketika bekerja dengan Macbook Air.

  1. Evernote : Saya pun membuat catatan ini dengan menggunakan aplikasi gratis ini. Evernote memiliki keunggulan dan kemudahan dalam sinkronisasi antar gadget baik Android, PC maupun Mac serta berbagi di berbagai jejaring sosial.
  2. Open Office: Walaupun saya memakai MS Word di PC namun saya menggunakan Open Office yang secara tampilan hampir sama. Jadi bukan masalah bagi saya untuk bekerja lintas program. Walaupun memang terkadang saya masih mengakui kesal dengan incompatibility MS Word di Mac dan PC.
  3. Noisy Typer : Saya menemukan program suara mesin tik secara tidak sengaja ketika membaca Fast Company. Saya memang selalu bekerja dengan suara maka tak heran musik selalu menjadi bagian dari pekerjaan saya sehari-hari apalagi ketika di kantor. Suara mesin tik yang terdengar setiap menekan tombol keyboard menjadi suatu irama indah di telinga apabila musik sudah tidak mampu membuat saya konsentrasi dan tetap produktif.
  4. 8Tracks : Inilah aplikasi streaming mix tape yang paling saya rekomendasikan ketika saya bekerja atau dimana saja. Aplikasi ini pun sudah tersedia antar Android, PC maupun Mac. Ada pula GroovesharkSoundCloudJango sebagai aplikasi serupa. Namun keunggulan yang saya sukai dari 8tracks adalah tampilannya yang ciamik. Kemudian yang paling saya sukai dari 8tracks adalah seluruh musik yang sedang didengar, dapat saya bagikan dalam aktivitas Last.fm. Anda juga dapat membuat mixtape lagu kesukaan untuk kemudian dibagikan kepada seluruh jejaring sosial yang Anda miliki. Membuat mixtape sangatlah menyenangkan walau saya baru sempat membuat satu diantaranya. Tema yang Anda inginkan pun dapat bervariasi misal daftar lagu untuk lari pagi, bekerja di siang hari yang bikin ngantuk, atau malah musik ketika galau melanda. Selain itu buat pula sampul album mixtape Anda yang keren sehingga banyak yang memberi LIKE pada mixtape Anda.

Singapore: Wisata Kreatif Singapura

644308_10152011521249558_1341935687_n

Seharusnya saya menyajikan tulisan yang ini terlebih dahulu dibandingkan dengan India. Perjalanan saya yang ini merupakan bagian dari Creative Trip untuk semua pemenang YCPA (Young Caring Professional Award) 2013 bersama dengan juri dan rombongan dari Caring Colours – Martha Tilaar. Mengapa disebut dengan wisata kreatif? Kemungkinan karena hadiah perjalanan wisata ini diberikan pada pemenang dan peserta untuk tetap kreatif dan aktif berjejaring di segala kesempatan, waktu dan suasana. Berikut beberapa tempat yang kami kunjngi walau sebagian juga merupakan hasil eksplorasi pribadi.

  1. Merlion Statue : Ikon kota Singapura berupa patung berkepala singa dan ekor duyung atau malahan ikan. Mungkin ada yang tahu mengapa lambang Negara Singapura adalah Merlion?
  2. Esplanade Hall : Teknologi terkini dunia arsitektur menjadikan tempat ini sangat mutakhir untuk mengadakan acara musik, konser serta teater, walaupun terkadang di sekeliling gedung diadakan Grand Prix yang memekakkan telinga. Kami disini diajak untuk menikmati acara petunjukan tari/teater Moon Ballon dengan tata cahaya artistik, interior, dan ratusan balon kecil hingga raksasa yang keren dan memukau namun tetap sederhana.
  3. Singapore Flyer : Ingin merasakan sensasi high tea di Singapore Flyer? Saya cukup beruntung dapat merasakannnya. Ditemani jus jeruk, teh serta kue manis nan menggoda yang disediakan oleh seorang pelayan, kami dapat melihat Singapura dari ketinggian.
  4. Google Office : Bisa dibilang ini merupakan acara utama dalam wisata kreatif Caring Colours. Kami juga melihat berbagai fasilitas yang memanjakan para karyawan dan terlihat sangat fantastis seperti arcade & game room, movie room, gym, dan food station setiap 10 meter dari kubikel karyawan Google. Tahun depan malahan kantor berlantai 3 ini akan menambah salah satu fasilitas kolam renang. Selain melihat fasilitas yang ada kami juga diberikan presentasi tentang apa dan mengapa Google dapat berjaya di dunia maya hingga kini. Termasuk diantaranya karena efek googliness atau gaya hidup Google yang unik.
  5. Jamie Oliver’s Italian Restaurant: Jamie Oliver merupakan seorang ikon juru masak makanan sehat asal Inggris. Ia juga membuat branding yang sangat kuat dengan mempopulerkan masakan Italia-nya di berbagai negara. Restoran Italia miliknya ini baru saja buka beberapa bulan lalu di Singapura.
  6. THE HUB: Mungkin dapat dikatakan sebagai kantor bersama bagi para pekerja lepas (seperti commaID). Layak dikunjungi karena sangat seru dengan banyak poster + tata ruang yang unik + coffee bar. Percaya atau tidak di toilet wanitanya disediakan paket perawatan tubuh dari Body Shop! Selain memasuki kantor the Hub yang unik, kami juga mendapatkan kursus manajemen dan menulis inspiratif a la The Back of the Napkin  yang dipopulerkan oleh Dan Roam.
  7. DANONE Office: Keduakalinya saya berkunjung ke kantor Danone. Pertama kali di Jakarta dan kedua kali di Singapura karena menemani teman sesama finalis YCPA 2013, Dini Hajarrahmah. Perjalanan kali ini bernuansa kawasan perkantoran oleh karena itu secara resmi tentunya saya melakukan office hopping :D. Produk Danone seperti AQUA dapat ditemukan disini. Kantornya pun sangat sederhana namun tetap asik dan memiliki konsep serupa seperti di Jakarta dengan ruangan-ruangan bernamakan negara-negara dunia. Yang paling menarik adalah papan peta dunia dengan pin pita negara masing-masing karyawan DANONE.
  8. Garden by The Bay : Singapura memang jagonya untuk membuat hal-hal yang sebenarnya memiliki konsep sederhana namun dalam pelaksanaannya menjadi begitu wah. Terlepas Indonesia yang membangun pusat perbelanjaan di mana saja terutama Jakarta (semoga dengan kepemimpinan Jokowi pembangunan mall ini dapat diredam), Pemerintah Singapura sangat memperhatikan ruang publik dan ruang hijau. Tidak tanggung-tanggung taman dengan gaya futuristik namun tetap ramah lingkungan ini hadir di antar hirup pikuk nuansa perkotaan.
  9. The Mummy: sebuah pertunjukan yang menghadirkan mumi Mesir kuno dalam konsep 3D dengan narator Patrick Stewart (Startrek) yang dilanjutkan dengan perjalanan museum mengenai berbagai penjelasan sejarah masa lalu serta proses pembuatan mumi itu sendiri. Cukup menarik apabila suka dengan sejarah Mesir kuno.
  10. Orchard Road, Bugis Road, & Mustafa Road : Bukan Singapura kalau tidak berbelanja. Mulai dari barang merek terkenal di Orchard Road hingga oleh-oleh murah di Bugis & Mustafa Road. Singapura memang tempat yang asik untuk belanja atau hanya sekedar cuci mata semata.
  11. Campers Corner : sebagai pecinta aktivitas luar ruangan, tiap kali ke Singapura saya selalu mencari tempat membeli perlengkapan outdoor yang tidak dapat didapatkan di Indonesia. Campers Corner yang berlokasi di Waterloo Street dan sebelah Singapore Art Museum merupakan pilihan tepat apabila ingin mendapatkan barang-barang outdoor yang sangat berkualitas. Walau tidak ingin membeli, toko ini layak dikunjungi untuk cuci mata semata. Jangan lupa menekan bel kalau mau masuk ke dalam toko yaa … Nanti ada pintu otomatis yang akan terbuka untuk Anda ;)

India: Mabuk Masakan India

Tulisan kali ini mengenai masakan India yang terkenal berkari se-antero dunia.

Banyak teman berpikir bahwa selama ini saya telah menjadi seorang vegetarian padahal saya hanyalah seorang selective omnivore. Kalau dibilang pada keadaan tertentu saya tidak sepenuhnya vegetarian/vegan dan masih makan produk susu dan turunannnya. Jadi suka pilih-pilih makanan saja sesuai dengan keadaan. Yang pasti saya berusaha untuk mengurangi porsi daging merah & putih termasuk ikan belakangan. Jadi apapun istilahnya, selective omnivore, ¾ vegan, atau mindful eater sebenarnya saya hanya orang yang suka pilih-pilih makanan saja.

Nah dipikir-pikir sungguh sangat menyebalkan kalau berpikir pergi ke India akan menbuat seseorang menjadi seorang vegetarian atau vegan. Anda salah besar!! Selama perjalanan pada awal bulan Oktober kemarin, makanan India ternyata sangat memabukkan karena kaya akan cita rasa dan menambah nafsu makan. Tidak salah lagi membuat saya gendut dan naik satu setengah kilo. Bisa dibilang dengan porsi besar dan cukup untuk 2 atau 3 orang itulah yang membuat saya semakin niat makan Naan atau Chapati sebanyak-banyaknya. Saus yogurt pun sangat menggugah rasa di kala masakan menjadi terlalu berbumbu (jangan lupa untuk minum Lassi dan Masala Chai yang juga enak walau asal Anda tahu saja biasanya berbahan dasar susu kerbau).

Selain itu ternyata di India masih banyak pilihan untuk makan sebagai omnivora. Tapi jangan harap untuk mendapatkan masakan berbahan dasar sapi karena tentu saja sapi dianggap sebagai hewan suci di hampir semua kawasan. Walaupun menurut teman India di Agra, di Kalkuta bisa jadi Anda mendapatkan masakan berbahan dasar sapi. Kalau memang ternyata Anda makan sapi bukan tidak mungkin Anda akan masuk penjara setelahnya (hiiiii mengerikan!). Memakan atau menyembelih sapi masih merupakan pelanggaran hukum serius di negeri ini, Bung! Kalaupun masih niat untuk mendapatkan masakan ber-sapi-ria, Anda dapat mengunjungi Burger King atau McDonald yang rata-rata rasanya sudah disesuaikan dengan cita rasa India. Karena biasanya mereka telah memiliki divisi makanan vegetarian yang tidak akan pernah ditemukan di Indonesia.

Apabila sempat ke India janganlah ragu untuk mencoba segala jenis makanan. Delhi Belly alias sakit perut karena kebanyakan makan kari kemungkinan besar sangat umum terjadi pada beberapa hari pertama. Tapi bukan berarti Anda akan takut untuk mencoba bukan?

Selamat berwisata kuliner di India! :)

Why The World Needs Religions to Save Our Earth?

“The World does need religion perspective and view to reduce our destructive behaviour to Mother Earth,”

We are facing with the edge of biological collapse with species extinctions, rapid land-use changes, climate change and pollutions. At the same time evolution in biological sciences and biotechnology are tremendously rapid and often ethically arguable. However for some reasons, environmental ethics in day-to-day can be shown in perspectives or beliefs of each human beings. This perspectives or beliefs can be derived from the world’s major religions (Buddhism, Hinduism, Christianity, and Islam). Here I try to summarize comparison and contrast different systems of environmental ethics from these foremost religions. Furthermore, why do we need religion to protect the beauty of Earth and of its prodigious variety of life forms.Continue reading “Why The World Needs Religions to Save Our Earth?”

Sustainable Development: In Perspectives of Humanity

Different sustainable development perceptions in developing countries may obscure the main goal of sustainable development. In turn, Sustainable development become radical and rigid to any improvement effort.

Concept of Sustainable Development

The Norwegian Prime Minister, Gro Harlem Brundtland coined ’sustainable development’ term in the 1987 World Conference on the Changing Atmosphere, which along with economic growth and environmental protection go hand-in-hand around the world. As a result international environmental cooperation is necessary needed for better future. Yet, Brundtland suggest in her report entitled Our Common Future that creating separately existing environmental institutions is not enough, because environmental issues are an integral part of all development policies. They are crucial economic considerations and sector policies and should be integrated as part of energy decisions, social issues, and other aspects of development project. Nevertheless, there are conceptual overgeneralisation (IUCN, 2006), overemphasized (Langhelle,1999), and overuse (Temple, 1992) as well as different perception in the terms of sustainable development (Wikipedia, 2009; IUCN, 2006; Kates et al., 2005).Continue reading “Sustainable Development: In Perspectives of Humanity”

Apakah Benar Kelelawar Mengubah Pekikannya ketika Berburu?

Fenomena ekolokasi kelelawar telah menjadi polemik diantara para peneliti dunia selama bertahun-tahun. Apalagi selama ini kelelawar diketahui merupakan satu-satunya mamalia selain ikan paus dan lumba-lumba yang memiliki daya ekolokasi. Seperti nyanyian burung, ekolokasi pada masing-masing jenis kelelawar sangatlah spesifik. Penggunaan ekolokasi ketika berburu sangatlah vital bagi satu-satunya mamalia terbang pemakan serangga ini. Namun apakah Anda mengetahui bahwa kelelawar mengubah pekikan suaranya tiap kali berburu serangga?Continue reading “Apakah Benar Kelelawar Mengubah Pekikannya ketika Berburu?”

Masalah Lingkungan Indonesia: Wicked Policy Dilemmas?

Peran serta masyarakat sebagai warga dunia yang peduli akan lingkungannya sangatlah penting dalam mendukung usaha pelestarian lingkungan terlepas kompleksitas permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini.

Wicked policy dilemmas’ telah hadir dalam berbagai permasalahan lingkungan seperti permasalahan sampah, pencemaran air, deforestasi hutan hingga yang terkini pemanasan global dan fenomena perubahan iklim.

Namun sebenarnya apakah yang disebut dengan wicked policyWicked policymerupakan istilah dalam ilmu kebijakan publik yang dipopulerkan pertama kali oleh Rittel dan Webber pada tahun 1973. Wicked policy dapat dikatakan sebagai kebijakan yang sedemikian kompleks serta berbelit-belit. Wicked policy lazimnya terjadi berada di luar kapasitas pengertian dan respon oleh suatu organisasi atau institusi yang mengalaminya.Continue reading “Masalah Lingkungan Indonesia: Wicked Policy Dilemmas?”

Singapore: Buildings

20131006_141014

I travelled across Singapore and India as part of my ‘holiday’ after Yunnan last October. It was my third time in Singapore and like it as usual. It was great to see all beautiful buildings and magnificent human-made-landscapes. Most these photos below are Singapore Flyer and Garden of The Bay (it was great to visit as well).Continue reading “Singapore: Buildings”