Puasa vs. Berhenti Media Sosial

“Digital Minimalism: a philosophy of technology use in which you focus your online time on a small number of carefully selected and optimized activities that strongly support things you value, and then happily miss out on everything else.” 

Cal Newport (2019)

Mungkin banyak di antara teman-teman yang sudah mendengar, membaca dan menonton berbagai topik sekitaran Digital Minimalism, Puasa Media Sosial, dan berhenti sosial media. Terkait dengan isu media sosial, Pangeran Harry juga baru-baru ini juga telah menulis bagaimana media sosial telah memecah belah kehidupan masyarakat modern dan perlunya peran perusahaan dalam membatasi konten berbahaya (lihat tautan ini). Berdasarkan pengalaman pribadi ternyata ada perbedaan secara psikologis dengan berpuasa dan berhenti media sosial secara total.

Continue reading “Puasa vs. Berhenti Media Sosial”

My Best Book I Read in 2018

Photo by Masaaki Komori on Unsplash

These are the best book that I recommend to read to everyone. I read less book in 2018 due to my work and traveling time. Most books are non fiction and more of my interest for self improvement and productivity.

Continue reading “My Best Book I Read in 2018”

My Self Review 2018

I would say that 2018 is a year for personal growth and taking risk. I travelled quite a lot as well due to work and here are some highlights. Anyway I should make this post earlier but I only have time just recently.

Continue reading “My Self Review 2018”

My Traveling Gear 2019

This post is more likely my brief review of the traveling and surely daily stuff I loved for 2019. I do not think many things changes since I still have most of stuff from 2017 and 2018. However, I add my daily skin care products that I have used since end of 2017.

Continue reading “My Traveling Gear 2019”

Passion dan Sains

“Ignore what other people are doing. Ignore what’s going on around you. There is no competition. There is no objective benchmark to hit. There is simply the best you can do — that’s all that matters.”

@RyanHoliday https://medium.com/@RyanHoliday

Saya percaya bahwa harus ada keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan di sekeliling kita. Fokus pada passion dan karier yang sedang kita jalani itu yang terpenting. Berkaca pada pengalaman seorang teman agar kita harus selalu mempergunakan keahlian yang kita miliki dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Salah satu cara untuk menyeimbangkan hidup adalah dengan cara bepergian. Walaupun demikian bepergian mungkin tidak dapat menyelesaikan segala permasalahan dalam kehidupan kita (lihat artikel menarik mengenai pentingnya bersyukur setiap hari dimana pun kita berada tanpa perlu bepergian di sini).

Salah satu cara menyeimbangkan hidup kita juga dapat berkaitan dengan bagaimana mengawinkan apa yang kita senangi seperti hobi dan minat (passion) dengan karir dan pekerjaan kita masing-masing. Ada sebuah artikel menarik soal ini di sini, bagaimana seorang ilmuwan menyatukan minat dengan studi akademiknya, serta menghadirkan inovasi dan bidang baru dalam proses perjalanan karirnya.

Lalu apakah dengan adanya keseimbangan hidup sudah pasti kita akan bahagia. Ternyata kuncinya adalah bagaimana membuat diri sendiri berguna dan membuat perbedaan bagi orang-orang di sekeliling kita. Tujuan hidup yang sebenarnya bisa jadi adalah menjadi berguna dan bukan untuk menjadi bahagia. Pemikiran ini sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini kita yakini. Namun mungkin ada benarnya berdasarkan artikel ini. Tujuan hidup menjadi berguna tak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang lain memang bersifat universal. Bagi seorang ilmuwan ini sangatlah terkait dengan bagaimana cara ilmu pengetahuan kita yang telah dipelajari seumur hidup akan berguna tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang lain yang membutuhkan. Tak hanya bersifat teoritis tapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

“‘The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.’” 

@DariusForoux https://link.medium.com/bKQV3VoGFS

Foto adalah pantai dengan arah pandangan Selat Makasar yang saya kunjungi beberapa bulan lalu di sekitar Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Tulisan ini Passion dan Sains pertama kali muncul di www.felicialasmana.com

My Tea Time

Tea tray with sweet cakes by Jelleke Vanooteghem on Unsplashh

Pada hari Sabtu, 24 November 2018 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kursus “Tea Time and Etiquette” yang diselenggarakan oleh Ibu Neni Sato @livelytclass, instruktur teh asli Indonesia yang sekarang berdomisili di Tokyo, Jepang. Asal mula saya mengikuti kursus ini adalah murni karena keingintahuan saya sebagai pecinta teh (tea enthusiast). Karena hingga saat ini mungkin saya belum terlalu mengetahui etiket minum atau menyediakan teh yang baik dan benar.

Fokus dari kursus teh ini adalah bagaimana cara menikmati British tea dan Japanese tea sesuai dengan pengetahuan dan latar belakang sang instruktur yang lama bermukim di Selandia Baru dan Jepang. Beragam cerita mulai dari sejarah teh di Eropa, waktu yang tepat untuk menikmati teh, istilah-istilah dalam penyajian teh juga didiskusikan selama sesi 2 jam ini.

Mungkin teman-teman telah mengetahui istilah high tea sebelumnya? Ternyata istilah ini sering disalahartikan oleh masyarakat umum. High tea sebenarnya merupakan istilah khusus dalam penyajian waktu menikmati dalam tradisi teh di Inggris. Lazimnya high tea disajikan di meja makan (dining table) disertai dengan hidangan berkalori tinggi seperti keju dan bacon. Oleh karena itu lazim pula disebut dengan nama meat tea yang mungkin sangat jarang terdengar oleh orang Indonesia. Sesuai tradisi high tea disajikan mulai pukul 17:00 – 18:00 sebelum hidangan akhir dan menjelang waktu tidur (supper).

Beberapa hal menarik saya dapatkan ketika kursus. Ketika menyelenggarakan undangan minum teh perlu diingat beberapa persiapan seperti tema, penentuan daftar undangan, menyusun makanan pendamping (cookies dan cakes), menyiapkan alat-alat serta ruangan, dsb. Selain itu saya juga diajarkan etiket ketika menghadiri undangan minum teh. Baik sebagai tamu yang diundang maupun pihak tuan rumah (host). Salah satu yang paling populer dan mungkin banyak orang yang tidak tahu adalah sebagai berikut ini:

Scone, jam and clotted cream by Sam Edwards on Unsplash

Bagaimana cara menyantap scones yang baik dan benar?

Scones merupakan kue tradisional Inggris dan komponen terpenting dalam cream tea atau Devonshire tea (berarti disajikan sebagai kudapan teh di siang hari). Cara menikmati scones terbaik adalah mencabik scones dengan tangan secara perlahan baru kemudian melumer-ratakan krim segar (clotted cream) bergantian dengan selai stroberi atau bluberi dengan pisau yang telah disediakan. Disarankan tidak mencelup scones ke dalam selai atau krim yang biasanya ditempatkan di piring-piring kecil.

Bagaimana cara menyantap hidangan tea tray?

Nampan berisi kue manis (cakes) dan roti isi (sandwich) mini mungkin sangat biasa ditemukan ketika kita menghadiri jamuan cream tea. Tak jarang kita jumpai hidangan kue manis seperti scones dan potongan kue lainnya termasuk macaroon yang terpengaruh budaya Perancis. Untuk menyantapnya disarankan mulai dari bagian bawah tea tray baru kemudian naik ke atas.

Bagaimana memegang cangkir teh yang baik?

Hindari memegang cangkir dengan kedua tangan terkecuali undangan minum teh bertema Japanese tea. Tidak perlu menaikkan kelingking (pinky up) seperti bangsawan Inggris jaman dahulu kala ya :)

Tea Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Di sesi terakhir Ibu Neni Sato juga memperagakan bagaimana membuat teh yang baik sebagai salah satu bagian dari meditasi sehari-hari. Untuk mendapatkan hasil seduhan teh terbaik, ambil 2 sendok loose leaf tea (kira-kira 2 gr), panaskan ketel hingga mendidih, dan seduh daun teh hingga 3 menit lamanya. Baik teko maupun cangkir teh juga wajib untuk dipanaskan terlebih dahulu dengan cara membilas bagian dalam teko dan cangkir dengan air panas. Setelah itu baru kucurkan seduhan teh ke cangkir berjarak sekitar 20 cm dengan gerakan naik turun untuk mendapatkan buih teh dan lingkaran emas di sekeliling bibir cangkir teh pertanda seduhan teh terbaik.

Tulisan ini  My Tea Time  pertama kali muncul di www.felicialasmana.com

Conservation Job Vs Traveling

DSCF6340

Working in a consulting company focused on conservation and sustainability issues, I spent half of my time traveling to one to another city or country. Throughout these years, for me traveling alone (work or pleasure) is somewhat practical and sometimes even cheaper by taking flight compare taking other transportation mode.

Continue reading “Conservation Job Vs Traveling”

More about early 2018 reflection: Living in Indonesia after a year in the UK

So here I am again babbling about myself because I can do this with my blog. Besides blog is a place to put ideas, connect with other people, and give answers to what usually people ask at me. You can call this writing is more in-depth reflection from 2017 and how I can update everyone. About back to Indonesia. It is totally a big thing when it comes to adaptation.Continue reading “More about early 2018 reflection: Living in Indonesia after a year in the UK”

My Kindle Paperwhite Review

This is most likely a review after reading on Kindle Paperwhite after half a year. After years I had enough buying extra paperbacks and throwing my damaged books at my mom’s house. If only buying real books then I would prefer to buy some design, lifestyle, coffee table and Bahasa Indonesia books for now. Continue reading “My Kindle Paperwhite Review”

My Best Book I Read in 2017

As I said in the previous post that I want to share my best book I read in 2017. These are 5 books I recommend to read to everyone Continue reading “My Best Book I Read in 2017”

My 2017 Self Review

Happy New Year! Lately it becomes so difficult for me to write down my blogpost. I feel writing on paper seems more effective and flowing instead jotting down my thought on computer. The 2017 is a year of personal growth in term of career and education. It is also a struggle and challenging year for love but a great one for friendship.Continue reading “My 2017 Self Review”

My Traveling Gear 2018

IMG_6263

Most of my stuff is pretty much the same like last year. Here I am happily share my thought of some new things that I found interesting and maybe useful for traveling and daily life.Continue reading “My Traveling Gear 2018”