Krakatau: Anak Krakatau The Great | Anak Krakatau Sang Hebat

DSCF9749

All we can see was a black sand beach when we arrived Krakatoa. I am begin to think about fertilizer and must be the land must be really really fertile (less than my expectation though :D). Most the succession phase now still in the phase of shrubs and coniferous tree. Also I feel in another world when entering a little forest. There is a small hike ahead us and anyone from 5 years old until more than 60 years old can climb in this track for half an hour to (almost) the top and see the cold lava path before flow into the other part of the mountain. The island itself actually an active volcano of Anak Gunung Krakatau. On the way back home, I feel I need more to explore the island, carry out my binoculars but seems nature was just so quite. All I can hear (like) bulbuls in very in the distance. Found hermit crab though and also a fish which probably fell from a seabirds grasp. It seems has been eaten (alive) by red ants! I feel that eerie stuff coming though all the way when wandering myself. Apparently Krakatoa is quite mystique with all the footsteps come and go to that historical place :D

Continue reading “Krakatau: Anak Krakatau The Great | Anak Krakatau Sang Hebat”

Krakatau: ‘Wanderlust’ Project: Travellers Meet Locals | Proyek ‘Wanderlust’: Para Pejalan Ketemu Orang Lokal

DSCF9517

Wanderlust Indonesia is a socialpreneur project in which we meant to add values of traveling by encountering travelers and locals. Thus, aside of enjoying Indonesian’s tourism spots, travelers could contribute for locals development by doing social works in targeted places.

Continue reading “Krakatau: ‘Wanderlust’ Project: Travellers Meet Locals | Proyek ‘Wanderlust’: Para Pejalan Ketemu Orang Lokal”

Krakatau: Early Krakatoa | Awal Krakatau

DSCF9486

I presumed you guys know about Krakatoa which was erupted in 1883 and made biology and geography lesson around the world become more interesting afterward. If not, I still won’t tell you about it but you can check it here and here. :D. When I heard this trip I must said YES to Dini, my travelmate to india before and Wanderlust co-founder (they are the travel planner and I will explain in one post). We travelled from Jakarta in the late evening to catch up ferry boat at Merak – Bakauheni – Canti. To get into Krakatoa in this trip actually we have to go to Sumatra first and then Sebesi Island (the nearest and biggest island near Krakatau for staying overnight). It was nice and smooth trip with new friends from Wanderlust. For the scenery in the evening definitely pitch black but when sunrise come we can see beautiful green small islands, white sand beach, dark blue and torquise sea water (made me wanna swim immediately!).

Continue reading “Krakatau: Early Krakatoa | Awal Krakatau”

Krakatau: This is February & Krakatau Months | Ini Bulan Februari & Krakatau

DSCF9445

February comes and go. Voila! it is almost mid of the month. I am hoping to produce more posts and productive as much as I can while I am traveling and working in the same time. So much difficult when you are traveling of course! OK this is maybe a self pity! I admit traveling often distract my focus to new things.

Continue reading “Krakatau: This is February & Krakatau Months | Ini Bulan Februari & Krakatau”

India: India Gate at New Delhi | Gerbang India di New Delhi

DSCF8659 DSCF8661

We couldn’t go to many places in New Delhi since only had 3 hours before airport time. India Gate is the right place for us that time although in super hot afternoon. India Gate is a national monument to commemorate 70,000 Indian soldiers who lost their lives fighting for the British Army during the World War I. 
Continue reading “India: India Gate at New Delhi | Gerbang India di New Delhi”

India: [Video Blog] Perjalanan India

Ada seorang teman yang ingin tahu tentang India tapi tidak hanya berupa gambar. Sayangnya saya bukan seorang pengambil dan pembuat video yang baik untuk sekarang. Video – video yang tercantum di atas adalah hak milik Dini Hajarrahmah :) (sayang kurang banyak yaaa :P)

Tulisan ini juga mungkin adalah tulisan menjelang penutup tentang India. Kalau ada yang ingin tahu kilas balik perjalanan dan tips ke India sebelumnya bisa dilihat di link berikut ini.

  1. 3 Alasan Traveling ke India
  2. 3 Pertanyaan Tentang India : Kumuh, Bahasa Inggris, & Sopir Taxi
  3. Mabuk Masakan India
  4. Transportasi India
  5. Pemesanan Tiket Kereta Api India
  6. Naik Kereta Api di India
  7. Light Traveling & Perempuan

India: 3 Pertanyaan Tentang India – Kumuh, Bahasa Inggris, & Sopir Taxi

1001584_10152011879394558_148461023_n

Masih tentang India, sebagai seorang pejalan dan pengamat sosial budaya di setiap tempat yang saya kunjungi ternyata ada 3 pertanyaan utama yang selama ini muncul ketika berjumpa dengan teman-teman yang kepo tentang perjalanan India tempo hari.

1. Apakah India itu kumuh?
Setiap kota di Indonesia pastinya juga ada tempat kumuh tapi yang berbeda di India kemungkinan besar adalah keberadaan sapi yang dimana-mana. Kalau pemerintah Indonesia mengijinkan sapi berkeliaran dimana-mana mungkin keadaannya akan sangat mirip dengan India. Yang perlu dicatat juga adalah suasana jalan yang penuh dengan hingar bingar (khas film India jaman dulu). Pada hari pertama ketika mencapai Kolkata, saya masih ingat ketika naik taksi yang ngebut ngga keruan, selalu terdengar bunyi klakson dan musik membahana seperti mau dugem setiap saat. Ini tidak terasa normal dan ajaib pada awalnya. Namun lama kelamaan menjadi sangat normal dan biasa setelah 2 – 3 hari beradaptasi di India.

2. Apakah orang India bisa bahasa Inggris?
Bahasa menjadi sesuatu yang penting apabila kita bepergian kemana saja. Ketika pertama kali berangkat ke India, saya menganggap semua orang India dapat berbicara bahasa Inggris. Kenyataan di lapangan tentunya berbeda apalagi wilayah India yang saya tuju. Sebagai catatan di India utara rata-rata orang berbicara dalam Bahasa Hindi, berbeda dengan India bagian selatan. Ada kalanya ketika kita susah untuk berkomunikasi maka bahasa tubuh menjadi pilihan utama. Jangan khawatir dengan orang India karena rata-rata selama di perjalanan mereka sangat baik dan suka membantu. Saya jadi ingat ketika saya dan teman travel, Dini,  dibelikan tiket Metro & Bis di Delhi karena sudah tidak punya Rupee? Ini sampai dua kali (LUAR BIASA)!!! Pastinya orang India rata-rata sangat percaya diri. Yang perlu dicatat lagi adalah ketika membeli tiket kereta api, peningkatan kelas duduk/tidur dapat berarti peningkatan jumlah orang yang dapat berbicara Bahasa Inggris. Jangan khawatir kamu tidak punya teman mengobrol apabila berada di India pastinya ;)

3. Sopir taxi belajar bahasa Inggris?
Nah sebenarnya ini bukan pertanyaan tapi lebih ke arah dinamika perjalanan :D. Kalau belakangan lagi ramai Pak Tarmedi Sopir Taksi Express yang belajar Bahasa Inggris, saya dan Dini di Dharamsala juga bertemu dengan seorang supir taxi yang ‘luar biasa’. Mulai bertemu jam 5 pagi di tempat antah berantah, sampai ingat kita harus bayar Rs 300 sekali jalan, lalu dia marah2 karena kita tidak booking dia lagi. Yang mengherankan ketika dalam perjalanan dia ingin praktek bahasa Inggris terutama diajarkan melafalkan bagian tubuh manusia. Ini termasuk bagaimana melafalkan v*%^*a dan p*@#s (eh?). Begitu anehnya sampai-sampai kita pura-pura tidak mengerti dan mengalihkan topik pembicaraan :D.

Singapore: Wisata Kreatif Singapura

644308_10152011521249558_1341935687_n

Seharusnya saya menyajikan tulisan yang ini terlebih dahulu dibandingkan dengan India. Perjalanan saya yang ini merupakan bagian dari Creative Trip untuk semua pemenang YCPA (Young Caring Professional Award) 2013 bersama dengan juri dan rombongan dari Caring Colours – Martha Tilaar. Mengapa disebut dengan wisata kreatif? Kemungkinan karena hadiah perjalanan wisata ini diberikan pada pemenang dan peserta untuk tetap kreatif dan aktif berjejaring di segala kesempatan, waktu dan suasana. Berikut beberapa tempat yang kami kunjngi walau sebagian juga merupakan hasil eksplorasi pribadi.

  1. Merlion Statue : Ikon kota Singapura berupa patung berkepala singa dan ekor duyung atau malahan ikan. Mungkin ada yang tahu mengapa lambang Negara Singapura adalah Merlion?
  2. Esplanade Hall : Teknologi terkini dunia arsitektur menjadikan tempat ini sangat mutakhir untuk mengadakan acara musik, konser serta teater, walaupun terkadang di sekeliling gedung diadakan Grand Prix yang memekakkan telinga. Kami disini diajak untuk menikmati acara petunjukan tari/teater Moon Ballon dengan tata cahaya artistik, interior, dan ratusan balon kecil hingga raksasa yang keren dan memukau namun tetap sederhana.
  3. Singapore Flyer : Ingin merasakan sensasi high tea di Singapore Flyer? Saya cukup beruntung dapat merasakannnya. Ditemani jus jeruk, teh serta kue manis nan menggoda yang disediakan oleh seorang pelayan, kami dapat melihat Singapura dari ketinggian.
  4. Google Office : Bisa dibilang ini merupakan acara utama dalam wisata kreatif Caring Colours. Kami juga melihat berbagai fasilitas yang memanjakan para karyawan dan terlihat sangat fantastis seperti arcade & game room, movie room, gym, dan food station setiap 10 meter dari kubikel karyawan Google. Tahun depan malahan kantor berlantai 3 ini akan menambah salah satu fasilitas kolam renang. Selain melihat fasilitas yang ada kami juga diberikan presentasi tentang apa dan mengapa Google dapat berjaya di dunia maya hingga kini. Termasuk diantaranya karena efek googliness atau gaya hidup Google yang unik.
  5. Jamie Oliver’s Italian Restaurant: Jamie Oliver merupakan seorang ikon juru masak makanan sehat asal Inggris. Ia juga membuat branding yang sangat kuat dengan mempopulerkan masakan Italia-nya di berbagai negara. Restoran Italia miliknya ini baru saja buka beberapa bulan lalu di Singapura.
  6. THE HUB: Mungkin dapat dikatakan sebagai kantor bersama bagi para pekerja lepas (seperti commaID). Layak dikunjungi karena sangat seru dengan banyak poster + tata ruang yang unik + coffee bar. Percaya atau tidak di toilet wanitanya disediakan paket perawatan tubuh dari Body Shop! Selain memasuki kantor the Hub yang unik, kami juga mendapatkan kursus manajemen dan menulis inspiratif a la The Back of the Napkin  yang dipopulerkan oleh Dan Roam.
  7. DANONE Office: Keduakalinya saya berkunjung ke kantor Danone. Pertama kali di Jakarta dan kedua kali di Singapura karena menemani teman sesama finalis YCPA 2013, Dini Hajarrahmah. Perjalanan kali ini bernuansa kawasan perkantoran oleh karena itu secara resmi tentunya saya melakukan office hopping :D. Produk Danone seperti AQUA dapat ditemukan disini. Kantornya pun sangat sederhana namun tetap asik dan memiliki konsep serupa seperti di Jakarta dengan ruangan-ruangan bernamakan negara-negara dunia. Yang paling menarik adalah papan peta dunia dengan pin pita negara masing-masing karyawan DANONE.
  8. Garden by The Bay : Singapura memang jagonya untuk membuat hal-hal yang sebenarnya memiliki konsep sederhana namun dalam pelaksanaannya menjadi begitu wah. Terlepas Indonesia yang membangun pusat perbelanjaan di mana saja terutama Jakarta (semoga dengan kepemimpinan Jokowi pembangunan mall ini dapat diredam), Pemerintah Singapura sangat memperhatikan ruang publik dan ruang hijau. Tidak tanggung-tanggung taman dengan gaya futuristik namun tetap ramah lingkungan ini hadir di antar hirup pikuk nuansa perkotaan.
  9. The Mummy: sebuah pertunjukan yang menghadirkan mumi Mesir kuno dalam konsep 3D dengan narator Patrick Stewart (Startrek) yang dilanjutkan dengan perjalanan museum mengenai berbagai penjelasan sejarah masa lalu serta proses pembuatan mumi itu sendiri. Cukup menarik apabila suka dengan sejarah Mesir kuno.
  10. Orchard Road, Bugis Road, & Mustafa Road : Bukan Singapura kalau tidak berbelanja. Mulai dari barang merek terkenal di Orchard Road hingga oleh-oleh murah di Bugis & Mustafa Road. Singapura memang tempat yang asik untuk belanja atau hanya sekedar cuci mata semata.
  11. Campers Corner : sebagai pecinta aktivitas luar ruangan, tiap kali ke Singapura saya selalu mencari tempat membeli perlengkapan outdoor yang tidak dapat didapatkan di Indonesia. Campers Corner yang berlokasi di Waterloo Street dan sebelah Singapore Art Museum merupakan pilihan tepat apabila ingin mendapatkan barang-barang outdoor yang sangat berkualitas. Walau tidak ingin membeli, toko ini layak dikunjungi untuk cuci mata semata. Jangan lupa menekan bel kalau mau masuk ke dalam toko yaa … Nanti ada pintu otomatis yang akan terbuka untuk Anda ;)

India: Mabuk Masakan India

Tulisan kali ini mengenai masakan India yang terkenal berkari se-antero dunia.

Banyak teman berpikir bahwa selama ini saya telah menjadi seorang vegetarian padahal saya hanyalah seorang selective omnivore. Kalau dibilang pada keadaan tertentu saya tidak sepenuhnya vegetarian/vegan dan masih makan produk susu dan turunannnya. Jadi suka pilih-pilih makanan saja sesuai dengan keadaan. Yang pasti saya berusaha untuk mengurangi porsi daging merah & putih termasuk ikan belakangan. Jadi apapun istilahnya, selective omnivore, ¾ vegan, atau mindful eater sebenarnya saya hanya orang yang suka pilih-pilih makanan saja.

Nah dipikir-pikir sungguh sangat menyebalkan kalau berpikir pergi ke India akan menbuat seseorang menjadi seorang vegetarian atau vegan. Anda salah besar!! Selama perjalanan pada awal bulan Oktober kemarin, makanan India ternyata sangat memabukkan karena kaya akan cita rasa dan menambah nafsu makan. Tidak salah lagi membuat saya gendut dan naik satu setengah kilo. Bisa dibilang dengan porsi besar dan cukup untuk 2 atau 3 orang itulah yang membuat saya semakin niat makan Naan atau Chapati sebanyak-banyaknya. Saus yogurt pun sangat menggugah rasa di kala masakan menjadi terlalu berbumbu (jangan lupa untuk minum Lassi dan Masala Chai yang juga enak walau asal Anda tahu saja biasanya berbahan dasar susu kerbau).

Selain itu ternyata di India masih banyak pilihan untuk makan sebagai omnivora. Tapi jangan harap untuk mendapatkan masakan berbahan dasar sapi karena tentu saja sapi dianggap sebagai hewan suci di hampir semua kawasan. Walaupun menurut teman India di Agra, di Kalkuta bisa jadi Anda mendapatkan masakan berbahan dasar sapi. Kalau memang ternyata Anda makan sapi bukan tidak mungkin Anda akan masuk penjara setelahnya (hiiiii mengerikan!). Memakan atau menyembelih sapi masih merupakan pelanggaran hukum serius di negeri ini, Bung! Kalaupun masih niat untuk mendapatkan masakan ber-sapi-ria, Anda dapat mengunjungi Burger King atau McDonald yang rata-rata rasanya sudah disesuaikan dengan cita rasa India. Karena biasanya mereka telah memiliki divisi makanan vegetarian yang tidak akan pernah ditemukan di Indonesia.

Apabila sempat ke India janganlah ragu untuk mencoba segala jenis makanan. Delhi Belly alias sakit perut karena kebanyakan makan kari kemungkinan besar sangat umum terjadi pada beberapa hari pertama. Tapi bukan berarti Anda akan takut untuk mencoba bukan?

Selamat berwisata kuliner di India! :)

Light Traveling dalam Bahasa Indonesia?

“Kelana Ringkas : mengadakan perjalanan kemana-mana tanpa tujuan tertentu dengan membawa barang bawaan secukupnya yang dikemas secara ringkas sehingga dapat dibawa secara leluasa dalam waktu singkat maupun panjang.”

Saya sedang mencari padanan kata Light Traveling dalam Bahasa Indonesia sehingga mungkin dapat menggantikan nama blog ini. Intinya saya ingin supaya blog ini memiliki aura yang bernafaskan berkelana secara ringan, praktis, namun tetap sederhana.

Sebelumnya ada beberapa pilihan untuk menggantikan kata Traveling 

Kalau menurut KBBI
Kelana : mengadakan perjalanan kemana-mana tanpa tujuan tertentu; kembara
Wisata : bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dsb); bertamasya; piknik

Lalu untuk Light
Ringan : enteng

Tapi apakah memang dapat dipisahkah seperti itu dengan serta merta?
Baiklah … tapi dari ketiga option di bawah ini mana yang asik dilihat dan didengar ya?

KELANA SINGKAT???
KELANA RINGKAS???
KELANA KILAT???

Yang saya maksud dengan light traveling atau kelana ringkas (eh okay jadinya pilih yang ini aja ya??) adalah perjalanan yang bukan saja diaplikasikan ketika bepergian atau wisata semata tapi juga menjadi bagian dan gaya hidup sehari-hari.

“Kelana Ringkas : mengadakan perjalanan kemana-mana tanpa tujuan tertentu dengan membawa barang bawaan secukupnya yang dikemas secara ringkas sehingga dapat dibawa secara leluasa dalam waktu singkat maupun panjang.”

Semoga pada semuanya setuju dengan definisi ini :)

India: Transportasi India

Image

Indonesia patut panas dengan India karena sudah ketinggalan jauh dalam segi pemenuhan sarana transportasi. Setidaknya seperti di kota besar seperti New Delhi. Sebagai negara yang berkembang sangat pesat, India sangat memperhatikan warganya yang sekarang ini sudah berjumlah 1.098.577.839 penduduk (Wikipedia 2013).

Ada 6 alat transportasi utama di India yang semuanya bisa dibilang sangat murah

  1. Bemo: Kalau di Jakarta malah sudah digusur dan hampir tidak ada lagi maka di India bemo atau yang disebut dengan nama keren autoricksaw malah dilestarikan. Kita dapat dengan mudah menjumpai bemo ini dengan warna hijau dan kuning sebagai ciri khasnya. Jangan takut untuk tawar menawar harga, pastikan saja bemo yang Anda tumpangi adalah prepaid autoricksaw atau memiliki argo. Untuk tarif biasanya berkisar antara Rs10 – Rs50.
  2. Bus: Di New Delhi malahan stasiun bis sudah seperti bandara udara dengan sistem terkomputerisasi mulai dari pemesanan tiket online dan full AC. Walaupun memang di beberapa kota masih jauh dan sama seperti di indonesia.
  3. Metro : Nama lain dari subway di New Delhi (dan kemungkinan besar juga di beberapa kota besar India lainnya). Teman saya Dini malah berkata Metro di Delhi masih lebih baik kondisinya daripada Metro di Paris? (Hah?). Logo Metro India pun dapat dikatakan mengikuti Tube di London walaupun mungkin masih kalah bersih dengan negara penjajahnya atau di Singapura. Kemarin pun dari New delhi menuju Airport saya turut merasakan fasilitas terbaru dari metro antar kota dan Bandara Udara Indira Gandhi yang baru diresmikan bulan Juli kemarin malahan. Namun sayang tidak dapat diabadikan dalam bentuk foto karena dilarang oleh petugas kemanan setempat. Untuk menggunakan fasilitas umum ini cukup dengan membayar token plastik dan kartu pass dengan harga terjangkau mulai Rs20 – Rs30 sekali jalan.
  4. Kereta Api: Kereta api sudah memiliki sejarah panjang dalam perjalanan alat transportasi India sejak jaman kolonial Inggris termasuk sistemnya yang komplek namun menakjubkan. Namun ada pengalaman bikin jiper sekaligus berkesan pada saat saya dan Dini naik kereta dari Varanasi ke Agra. Karena ternyata tiket kami belum layak naik gerbong (alias waitlisted) maka kami dianggap sebagai penumpang gelap. Tapi berkat ketenangan kami berdua maka kami tetap dapat naik kereta walaupun diminta untuk membayar tiket langsung di gerbong kereta lengkap dengan denda dan tip (Ya, orang India sangat suka dengan tip!). Kalkukasi tiket on board juga sangat menarik untuk diamati. Kondektur karcis malah punya semacam buku kecil untuk kitab kalkukasi jarak dan biaya tiket karena ternyata permasalahan penumpang gelap seperti ini memang sangat sering terjadi :D. Tapi jangan harap untuk menjumpai hal seperti ini di gerbong General Quota karena pasti tiket kalian tidak akan pernah diperiksa berdasarkan pengalaman.
  5. Taksi: Di Bandara Kolkata malah disarankan untuk membeli tiket prepaid taxi yang walau lama antrian tunggunya. Walaupun demikian tidak seperti di Indonesia tungguannya dijamin bergerak dan tidak macet (ingat Blue Bird di Cengkareng?). Kemudian apabila diamati Taksi Kolkata pun sangat vintage dengan warna kuning seperti kembali ke jaman tahun 60an.
  6. Pesawat: mungkin bukan alat transportasi utama tapi kalau kalian di india kalian layak ntuk merasakan terbang bersama IndiGo, pesawat budget asli India yang keren dan masuk sebagai maskapai penerbangan terabik di India versi Skytrax 2013. Di bandara, IndiGo sangat mudah ditemukan dengan warna indigonya (tentu saja). Ada juga Spicejet yang lengkap dengan warna merah pada tubuh pesawatnya (sangat bercirikan India yang meriah bukan?).

Namun terlepas alat transportasi apapun yang kalian naiki tetap saja identitas budaya india tetap kental dimana saja dan biasanya diabadikan dengan keberadaan meja puja-pujaan entah kepada Wisnu, Shiva, Ganesha, Sai Baba, dll. Produk transportasi lokal seperti TATA dan BAJAJ termasuk revitalisasinya juga dapat ditemukan dimana-mana mulai dari tingkat kota maupun pedesaan seperti yang saya temukan ketika berkunjung ke Dharamsala.

India terus bergerak dan memperbaiki diri walau dengan segala kekurangannya. Mulai dari kebersihan dan sarana transportasi dan ini pasti dan meningkat dari kota ke kota yang saya kunjungi beberapa waktu lalu. Jadi kalian pastinya setuju apabila bangsa yang besar terlihat dari infrastruktur yang berhasil dibangun dan dinikmati bangsanya bukan?

Filosofi Light Traveling

DSCF4305

Bagi saya semua tempat memiliki cerita.

Saya tidak memiliki tempat impian untuk berkelana karena setiap tempat memiliki karakter tersendiri. Kalaupun ada tempat yang harus dikunjungi sebelum mati mungkin Inggris dan Amerika.  Itu pun hanya untuk menuntut ilmu.

Saya cinta laut. Saya cinta gunung. Saya cinta hutan. Saya cinta kota. Saya cinta desa. Saya tidak punya negeri impian. Saya hanya pergi dan mengalir seperti air. Jika saya ingin pergi ke suatu tempat maka saya akan pergi kesana.

Hindarkan selalu mencari-cari harga diskon. Hindarkan selalu mencari-cari tiket promo. Pastinya ada waktu yang tepat untuk itu dan kita akan mendapatkannya di waktu yang tepat pula. Hiraukan apa kata orang tentang tempat yang akan kita tuju. Pergi saja. Nikmati saja hidup. Mengalir seperti sungai. Bebas seperti burung.

Bawalah yang diperlukan saja. Bawalah yang seringan mungkin. Ringan seperti kapas. Ringan dan ringkas dan simpel. Bukan berarti berkelana cepat-cepat. Berkelana singkat atau kilat bukan berarti tergesa-gesa. Kilat dapat berarti dengan waktu terbatas mengandung makna. Hindari berkelana ke banyak tempat sekaligus. Fokus pada dua atau tiga tempat lebih baik daripada enam tempat dalam tiga hari.

Berbaurlah dengan masyarakat lokal. Rasakan masakan khas dan eksotis. Tengok budaya asli masyarakat setempat. Pintar-pintarlah menawar dan bertanya.

Nikmati setiap tetes hujan dan wangi tanah dan desiran angin. Nikmati matahari terbit dan matahari nan terik dan matahari terbenam. Nikmati bulan mati dan bulan baru dan bulan purnama.

Matikan telepon genggammu. Apabila perlu tinggalkan di rumahmu. Tinggalkan komputer jinjingmu di rumah juga. Hindarkan selalu mengambil gambar tanpa henti. Nikmati pemandangan indah itu selama mungkin. Sesapi keindahan alam semesta yang diciptakan hanya untuk kamu pada detik itu juga. Memori dalam kepalamu lebih mudah dipercaya daripada harus mencari dalam kumpulan folder komputer tak berujung. Ambilah gambar yang paling berkesan menurutmu. Apakah kamu ingat masa-masa sebelum kamera digital?

Banyak-banyaklah membaca buku selama di perjalanan. Mulailah menulis jurnal selama di perjalanan. Kembalilah menulis dengan buku dan pulpen bila perlu. Nikmatilah kemerdekaanmu sebagai pengelana.

Apakah kamu pernah berpikir seperti ini?